loader
ID EN

Panen Kerapu Hasil Pengembangan Penelitian Kerjasama UNPAD-Aquatec di Pangandaran

Pada hari Senin, 15 Oktober 2018 lalu, Rektor Universitas Padjadjaran (UNPAD) Prof. Tri Hanggono Achmad melakukan panen ikan kerapu cantang di keramba jaring apung (KJA) di kawasan Pantai Timur Pangandaran. Acara ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNPAD Dr. Yudi Nurul Ihsan, Wakil Dekan FPIK UNPAD Dr. Isni Nurruhwati, peneliti Dr. Rita Rostika, perwakilan dari Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Bapak Muhamad Husen, dan General Manager PT. Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) Bapak Andi Jayaprawira. Keramba jaring apung yang dipanen ini merupakan pilot project budidaya ikan kerapu yang dilakukan atas kerja sama UNPAD dengan PT. Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) yang sudah berlangsung sejak tahun 2016.


Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad Dr. Yudi Nurul Ihsan mengatakan, sebanyak 5 kuintal ikan kerapu dipanen dalam acara tersebut. Panen ini merupakan panen terakhir dari serangkaian panen yang dilaksanakan sepanjang tahun ajaran yang lalu, di mana setelah panen ini dilakukan, 8000 ekor bibit baru akan ditebar bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Panen 5 kuintal ini dihasilkan dari 1.500 bibit ikan yang disebar di KJA lima bulan lalu, sebanyak 900 ekor ikan berhasil bertahan dalam masa pertumbuhan dan memiliki bobot rata-rata 600 gram per ekor.

Capaian ukuran 600 gram setelah 5-6 bulan masa budidaya adalah waktu yang cukup cepat untuk ikan kerapu. Hal ini dicapai berkat efek penggunaan enzim papain yang diambil dari buah papaya, yang merupakan salah satu dari penelitian yang dikepalai oleh Dr. Rita Rostika. Enzim papain bermanfaat dalam membantu pencernaan ikan kerapu, sehingga penyerapan protein dan karbohidrat dari pakan menjadi lebih efisien, sehingga berujung pada percepatan pertumbuhan kerapu dan peningkatan efisiensi pakan. (baca juga, PELUNCURAN PRODUK KERAMBA OFFSHORE AQUATEC DI ZHANJIANG, CHINA)

KJA yang digunakan di Pantai Timur Pangandaran merupakan desain bersama UNPAD dengan Aquatec, yang dirancang khusus untuk menghadapi ombak di laut Selatan. Sebanyak 20 petak KJA 3m x 3m dan 1 unit KJA bundar berdiameter 10 m berfungsi dengan baik sekalipun harus menghadapi ombak yang cukup besar. Malahan, KJA buatan Norwegia yang terpasang tidak begitu jauh dari lokasi Pantai Timur Pangandaran tidak kuat menghadapi ombak laut Selatan dan kini sudah tidak berfungsi lagi. Hal ini merupakan bukti dari fleksibilitas desain PT. Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) yang merupakan produsen KJA HDPE terbesar di Asia Tenggara. Pengalaman Aquatec yang telah memasang sebanyak 15.750 unit KJA di berbagai kondisi laut Indonesia, Asia Tenggara, China, dan Maldives, digabungkan dengan kearifan lokal dan pemetaan laut yang matang dari peneliti FPIK UNPAD, menghasilkan KJA yang tangguh menghadapi ombak laut Selatan.

Ke depan, kerjasama pengembangan KJA ini akan dikembangkan seiring dengan meningkatnya peminat FPIK UNPAD dan respon masyarakat Indonesia terhadap budidaya ikan. Antusiasme yang sama juga diekspresikan oleh Rektor UNPAD. “UNPAD dan Aquatec harus saling bersinergi. Kehadiran UNPAD sebagai perguruan tinggi terbaik di Jawa Barat, harus menjadi solusi bagi permasalahan dunia perikanan,” ujar Prof. Tri Hanggono.

Kerapu cantang diharapkan bisa menjadi primadona Provinsi Jawa Barat yang nantinya diterapkan di seluruh Indonesia. Sifatnya yang praktis dibiakkan, cepat tumbuh besar, tidak mudah terkena penyakit, dan harga per kilogram yang mencapai Rp 100 ribu di pasaran sangatlah cocok bagi pembudidaya di Indonesia. Dr. Yudi dan Bapak Husen optimis kerapu cantang, kakap putih, baronang, kancra, dan lobster bisa menjadi unggulan program kelautan perikanan Jabar Juara yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat Bapak Ridwan Kamil.