loader
ID EN

Inovasi Aquatec Mendapatkan Penghargaan dari Kementerian Perindustrian RI

Inovasi Aquatec Mendapatkan Penghargaan dari Kementerian Perindustrian RI

Senin 16 Desember 2019, PT. Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) menerima penghargaan “Rintisan Teknologi Industri 2019”, sebuah penghargaan tertinggi pemerintah yang diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada industri/perusahaan yang secara luar biasa telah menghasilkan perekayasaan, invensi, dan inovasi teknologi yang berhasil diproduksi dan dikomersilkan. Penghargaan diberikan untuk produk Keramba Jaring Apung Offshore Submersible HDPE, oleh Menteri Perindustrian RI Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita (diwakilkan oleh Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono), yang diterima oleh General Manager PT. Gani Arta Dwitunggal Bapak Andi Jayaprawira. Sebuah terobosan dari anak bangsa, penghargaan diberikan atas dasar teknologi industri berkelanjutan yang berdaya saing tinggi.

PT. Gani Arta Dwitunggal selalu berinovasi dalam mengembangkan teknologi sarana prasarana kelautan perikanan dengan Merk Aquatec di Indonesia. Pertama di Asia Tenggara, Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore Submersible HDPE Aquatec merupakan KJA yang dirancang khusus untuk daerah yang rawan taifun. Diciptakan dengan teknologi yang membuat KJA mampu ditenggelamkan hingga kedalaman 10-20 meter di bawah permukaan air laut serta mudah untuk diapungkan kembali ke permukaan air. Proses penenggelaman dan pengapungan keramba yang tercepat di dunia, membuat penenggelaman untuk banyak keramba dapat dilakukan secara bersamaan. Ini merupakan solusi yang tepat untuk kebutuhan respon yang cepat saat badai taifun datang. Timing dalam proses penenggelaman dan pengapungan keramba merupakan kunci yang vital dalam pemeliharaan ikan pada daerah yang bertaifun.

General Manager PT. Gani Arta Dwitunggal Bapak Andi Jayaprawira menerima penghargaan “Rintisan Teknologi Industri 2019” dari Menteri Perindustrian yang diwakilkan oleh Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono

Kemudahan dalam mengoperasikan keramba di waktu yang singkat merupakan salah satu keunggulan dari teknologi KJA Offshore Submersible Aquatec. Hanya diperlukan sedikitnya dua orang untuk mengoperasikan keramba tanpa bantuan penyelam. KJA Offshore Submersible Aquatec dilengkapi sejumlah sistem pelampung dan pemberat yang inovatif untuk memampukan KJA tenggelam dan mengapung kembali. Penenggelaman semudah membuka katup, dan pengapungan dilakukan hanya dengan memompa udara dari kompresor. Daya apung dan berat setiap keramba sudah diperhitungkan dengan optimal sehingga KJA tetap ekonomis dan efektif untuk setiap ukuran.


Presisi dan seimbang dalam proses penenggelaman dan pengapungan KJA, membuat jaring pada KJA tetap dalam bentuk silindris, sehingga tidak menyebabkan pengurangan volume jaring yang mengakibatkan stress pada ikan.  Selain hal tersebut diatas, KJA Aquatec masih dilengkapi dengan fitur kerangka pemberat jaring yang dapat diapungkan ke permukaan. Ini merupakan aplikasi yang memudahkan para pengguna keramba offshore submersible Aquatec dalam memanen hasil ikan budidaya serta dalam melakukan pembersihan jaring.

Di samping itu, Aquatec menerapkan teknologi pipa keramba berlapis anti-biofouling yang ramah lingkungan agar keramba tidak bisa ditumbuhi lumut maupun tritip, sehingga meminimalisir biaya maintenance. Teknologi ini melapisi pipa HDPE untuk keramba dengan lapisan senyawa HDPE yang ­anti-biofouling. Lapisan yang bersifat senyawa dengan pipa HDPE membuat bahan anti-biofouling tidak mudah terlepas dan aktif sepanjang masa pakai keramba, teknologi yang baru ada di Aquatec. Aquatec juga menerapkan teknologi jaring berbahan UHMWPE yang memiliki tensile strength sekuat kawat baja yang anti predator untuk menghalau serangan predator laut. Dengan teknologi keramba offshore submersible Aquatec, budidaya ikan sangat aman dilakukan di wilayah dengan ombak di atas 9 meter. KJA Offshore Submersible Aquatec telah diekspor ke propinsi Hainan, China sejak tahun 2017. Karya anak bangsa kini telah mampu menghadirkan solusi bagi negara rawan taifun di Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam dan Filipina.