loader
ID EN

Aquatec Dukung Pencapaian Produksi Kakap Putih

Siap mendukung program budidaya kakap putih Indonesia di masa depan dengan menyuplai KJA offshore buatan dalam negeri

Indonesia dianugerahi laut yang sangat luas dengan beranekaragam sumberdaya ikan di dalamnya. Menurut data yang diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, lautan Indonesia memi­liki luas 3.257.357 km2, sedangkan daratan Indonesia memiliki luas 1.919.443 km2. Jika dilihat dari persentasenya 63 % wilayah Indonesia adalah lautan dan 37% lainnya merupakan daratan. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara maritim dan laut menjadi masa depan bangsa ini.

Dari total luas lautan tersebut, 120.000 km2 atau 4 %-nya merupakan potensi lahan budidaya laut. Seluas 11.520.000 Ha atau 96 % adalah potensi lahan budidaya laut yang dapat digunakan untuk marikultur di luar komoditas rumput laut.

Pada tahun 2015, produksi ikan na­sional didominasi oleh produksi budidaya ikan air tawar sebesar 69 % dan air payau sebesar 30%. Sayangnya di tahun yang sama, produksi budidaya laut baru hanya 1 %. Produksi tersebut didominasi oleh kekerangan (62%) dan ikan kerapu (25%). Sementara produksi budidaya ikan kakap putih hanya menyumbang 8%.

Dukung Produksi Kakap

Kakap putih (Barramundi) digadang-gadang menjadi komoditas marikultur yang akan bersinar di 2017. Pasarnya yang luas baik untuk lokal dan ekspor membuat kakap putih semakin seksi dibudidayakan.

Data menunjukkan, produksi kakap putih 2016 lalu tidak sampai 2 ribu ton, padahal potensi yang dimiliki Indonesia berada di kisaran juta ton. Saat ini, pasaran ekspor kakap putih dalam bentuk segar atau pun beku terbuka untuk USA, Uni Eropa, Australia, dan Asia.

Terkait hal ini, Andi J Sunadim, General Manager PT Gani Arta Dwitung­gal produsen keramba jaring apung (KJA) Aquatec menyatakan siap mendukung program budidaya kakap putih Indonesia di masa depan dengan menyuplai KJA off­shore buatan dalam negeri. “KJA Aquatec sudah teruji kekuatan dan daya tahannya terhadap ombak 3m. Sudah tersedia KJA Heavy Duty dan KJA Jangkar Tunggal Aquatec yang bisa bertahan di ombak 6m, dan KJA Submersible Aquatec yang bisa ditenggelamkan dan diapungkan kembali sehingga bisa bertahan di ombak setinggi apapun,” kata Andi.

Ia menjelaskan, Aquatec merupakan pelopor keramba jaring apung segi empat dan bundar di Indonesia, dan telah sukses mendukung budidaya ikan kakap putih di Indonesia selama 10 tahun terakhir.

Sebanyak 15.000 unit KJA Aquatec sudah tersebar di Indonesia. Berbagai pihak sudah mengakui keunggulan produk ini untuk budidaya kakap putih, diantaranya adalah Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belitung Timur.

KJA Aquatec

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala BPBL Batam, Toha Tusiadi yang sudah menggunakan KJA Aquatec sejak 2011 lalu, KJA Aquatec lebih unggul dibandingkan dengan produk lainnya yang sejenis. Ia pun sudah membandingkan dengan produk dari Malaysia dan Perancis. Menurutnya daya tahan Aquatec jauh lebih lama.

“Pembudidaya menjadi lebih fokus di proses produksi, tanpa harus banyak menguras energi untuk perbaikan KJA. Keunggulannya lainnya adalah KJA ini tahan ombak dan lebih kuat sehingga masa pakai bisa lebih lama dan pengaturannya lebih fleksibel serta perawatannya relatif mudah,” terang Toha.

BPBL Batam sudah memetik hasil bu­didaya dengan menggunakan KJA Aquatec. Salah satunya adalah kakap putih. Dikatakan Toha potensi budidaya kakap putih di daerah Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan masih sangat terbuka. Apalagi kalau diproyeksikan untuk produksi dengan tujuan pasar ekspor. BPBL Batam saat ini mampu menghasilkan sekitar 2,5-3 ton kakap putih per bulan, dan langsung terserap oleh pasar lokal Batam.

“Potensi dan daya dukung lingkungan di wilayah Kepulauan Riau masih berpotensi untuk dilakukan ekstensifikasi dan inten­sifikasi budidaya kakap putih. Begitu pula dengan potensi pasar lokalnya sangat tinggi, seiring dengan tingginya tingkat kunjungan wisata ke wilayah ini,” lanjut Toha.

Turut angkat bicara, Kabid Pem­berdayaan Usaha Kecil dan Pengelolaan Pembudidayaan Ikan DKP Belitung Timur, Mappamadeng, potensi kakap putih di wilayahnya pun cukup besar dan terus dikembangkan. Benihnya pun mudah di­dapatkan dan di pasar lokal dapat diterima dengan baik.

“Pemerintah saat ini sedang gen­carnya meningkatkan produksi kakap putih nasional untuk pasar ekspor. Kami melihat hal tersebut menjadi potensi besar untuk mengembangkan budidaya kakap putih di wilayah kami. Untuk itu kami siapkan pembudidaya-pembudiya terlatih, dan diharapkan ilmunya dapat disebarkan ke masyarakat luas,” jelas Mappamadeng.

Dalam mendukung budidaya sendiri, DKP Beltim telah lama menggunakan produk Aquatec. “Dari segi kualitas kami tidak meragukan lagi produk-produk Aquatec. Kami sudah menggunakan berbagai macam produknya, seperti KJA dengan tipe flexi, oktagonal, kotak, kapal katamaran, dan rumah jaga Aquatec,” ungkapnya.

Selain tahan lama hingga 30 tahun dan perawatan yang mudah, KJA Aquatec juga ramah lingkungan. Sebelumnya DKP Beltim menggunakan KJA yang terbuat dari kayu, sehingga setiap tahun harus dilakukan penggantian kayu. Dengan Aquatec biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membeli kayu dan drum sudah tidak diperlukan lagi. Teknisinya pun siap membantu kapanpun kami butuhkan.

Ia melihat, Aquatec sangat mendu­kung budidaya perikananan nasional. Ia mengharapkan agar Aquatec terus men­ciptakan KJA berkualitas tinggi dengan harga terjangkau supaya masyarakat bisa lebih mandiri. Saat ini produk-produk Aquatec telah terdaftar di ekatalog. lTROBOS Aqua / Adv