loader
ID EN

Budidaya Ikan Laut Lepas

Budidaya Ikan Laut Lepas

Akhir-akhir ini sering terdengar gaungan ‘budidaya ikan laut lepas’ dan ‘offshore aquaculture’ di media. Apa sih artinya? Budidaya ikan laut lepas atau offshore aquaculture pada dasarnya adalah kegiatan budidaya ikan yang dilakukan di kondisi cuaca laut yang ganas. Definisi dari laut lepas memang belum terjabarkan dengan jelas, sehingga interpretasinya bervariasi. Namun, bisa disetujui bahwa laut lepas adalah kondisi laut yang berbeda dengan laut yang berada di tempat yang terlindungi seperti teluk. Laut lepas bisa dihadang oleh taifun dan ketinggian ombak 3 meter sampai 11 meter. Apakah bisa kondisi laut seperti ini dipakai untuk kegiatan budidaya ikan? Bisa saja, asalkan menggunakan sarana keramba jaring apung (KJA) yang tepat.

Keramba Jaring Apung Offshore Submersible Aquatec

Keramba jaring apung (KJA) yang digunakan di laut lepas biasanya memiliki ketebalan pipa alat apung yang ditingkatkan, dengan tujuan agar alat apung bisa menghadapi cuaca dan ombak yang ganas. Namun, peningkatan ketebalan pipa alat apung ini memiliki efek yang terbatas. Selain itu, ikan yang diperlihara di dalam KJA juga akan memiliki mortalitas yang tinggi dikarenakan terpapar kondisi perairan yang berguncang akibat ombak besar. Oleh karena itu, sejauh ini, produk KJA yang bisa dipakai untuk budidaya lepas pantai hanyalah KJA submersible, yaitu KJA yang dapat ditenggelamkan di bawah permukaan air sebelum badai datang, dan dapat diapungkan kembali ke permukaan air setelah badai reda. Selama KJA submersible dalam keadaan tenggelam, KJA submersible aman dari segala macam cuaca yang terjadi di permukaan air, dan aman dari ombak setinggi 11 meter sekalipun. Dalam keadaan tenggelam, ikan juga aman dari goncangan air yang terjadi karena ombak sehingga memiliki survival rate yang tinggi.

PT. Gani Arta Dwitunggal melalui brand Aquatec telah menciptakan keramba jaring apung (KJA) offshore submersible pertama di Asia Tenggara yang terbukti mampu menghadapi badai dan ombak setinggi 11m. Keunggulan teknisnya adalah: 1) KJA offshore submersible Aquatec merupakan KJA submersible tercepat di dunia untuk proses penenggelaman dan pengapungan. Proses penenggelaman hanya membutuhkan waktu 5 menit dan proses pengapungan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Proses penenggelaman bahkan dapat dilakukan tanpa perlu ditunggu (KJA bisa ditinggal), sehingga respon terhadap datangnya badai dapat dilakukan dengan cepat. 2) Berbeda dengan KJA submersible buatan Eropa yang berpatokan pada permukaan air, kedalaman penenggelaman KJA offshore submersible Aquatec berpatokan pada dasar laut, sehingga lebih akurat dan tidak terpengaruh pada pasang surut dan ombak permukaan laut yang senantiasa berubah-ubah, sehingga posisi KJA offshore submersible Aquatec di dalam air lebih stabil. 3) KJA offshore submersible Aquatec tenggelam dan mengapung dengan dengan tetap menjaga bentuknya, sehingga ruang untuk memelihara ikan tidak berkurang. Ikan dapat tetap dipelihara dalam KJA offshore submersible Aquatec dalam keadaan tenggelam. 4) KJA offshore submersible Aquatec mudah dirangkai dengan cepat tanpa perlu teknisi dengan keahlian khusus, dan harganya ekonomis.

Sukses di Pasaran Lokal Maupun Luar Negeri

Keramba jaring apung (KJA) offshore submersible Aquatec telah diuji sebanyak 5 kali, yaitu 4 kali di Indonesia dan 1 kali di China. Pengujian pertama dilakukan di BBPBL Lampung. Hasilnya adalah KJA submersible sukses ditenggelamkan dan diapungkan dalam waktu 1 jam. Pengujian kedua, ketiga, dan keempat dilakukan dengan model yang baru di Tulamben, Bali. Hasilnya adalah KJA submersible sukses ditenggelamkan dalam waktu 5 menit dan diapungkan kembali dalam waktu 10 menit. Pengujian kelima dilakukan di Hainan, China pada bulan Juni 2017 dengan dimodali oleh pembeli dari China dan sukses melewati badai taifun di bulan Agustus dan September dengan ketinggian ombak mencapai 11m. Sementara KJA buatan produsen lain di Hainan hancur, KJA offshore submersible Aquatec setelah diapungkan tidak menunjukkan adanya kerusakan apapun. Hal ini dikarenakan KJA offshore submersible Aquatec terlindung dari badai taifun dan ombak setinggi 11m di Hainan selama ditenggelamkan. Melihat hal ini, investor China akan membeli 80 unit KJA offshore submersible Aquatec pada tahun 2018.

Selain untuk menghindari badai taifun dan ombak, keramba jaring apung (KJA) offshore submersible Aquatec memiliki fungsi lain. KJA offshore submersible Aquatec dapat dipakai untuk menghindari datangnya red tide atau plankton booming (arus dengan kadar plankton tinggi yang beracun dan menghabiskan oksigen) dengan cara menenggelamkan KJA. Olah karena kedalaman red tide atau plankton booming biasanya tidak lebih dari 2m, ikan akan aman di dalam KJA offshore submersible Aquatec dalam keadaan tenggelam. KJA offshore submersible Aquatec dapat diapungkan kembali setelah red tide atau plankton booming lewat. Selain itu, KJA offshore submersible Aquatec juga dapat dipakai untuk menghindari pencurian dengan cara menenggelamkan KJA pada malam hari.

Garap Perikanan Budidaya Laut Lepas dengan Aquatec

Ekspor keramba jaring apung (KJA) offshore submersible Aquatec ke Hainan China merupakan pengakuan dari negara lain untuk produk dalam negeri. Mengapa China memilih Aquatec? Hal ini dikarenakan kualitas produk Aquatec yang tinggi, produktivitas yang tinggi, juga harga yang ekonomis. KJA offshore submersible Aquatec terbuat dari bahan Prime Grade High Density Polyethylene (HDPE) dan memiliki umur pakai minimal 30 tahun. Satu unit KJA offshore submersible Aquatec diameter 25m dengan kedalaman net 8m memiliki volume air 3.300m3. Dengan padat tebar kakap putih 30kg/m3, satu unit KJA offshore submersible Aquatec mampu memanen ikan kakap putih sebanyak 100ton, dengan nilai jual berkisar 7 Miliar Rupiah. Harga 1 unit KJA offshore submersible Aquatec diameter 25m hanya berkisar 1,3 Milyar rupiah. Jika lengkap dengan net dan jangkar, harganya berkisar 1,5 Milyar rupiah tergantung pada sistem penjangkaran. Dengan potensi pasar yang begitu tinggi, marilah kita menggarap perikanan budidaya laut lepas dengan Aquatec.