loader
ID EN

AquaTec Gencar Majukan Marikultur di Indonesia


Upaya PT Gani Arta Dwitunggal untuk memajukan marikultur terus gencar dilakukan. Salah satunya dengan ikut serta dalam Indo Fisheries 2016 yang penyelenggaraannya bersamaan dengan Indo Livestock 2016, Indo Dairy 2016 dan Indo Feed 2016 pada 27 – 29 Juli 2016 di Jakarta Convention Center (JCC).

Pameran yang berlangsung setiap tahun itu merupakan ajang pertemuan perusahaan dengan pelanggan dan calon pelanggan. Selain itu, pameran ini juga berfungsi sebagai ajang perkenalan infor­masi terkini mengenai kemajuan teknologi industri perikanan secara umum yang dapat diperoleh langsung dari ahlinya, baik dari dalam maupun luar negeri.

Produsen sarana prasarana kelautan perikanan berbahan HDPE merek AquaTec ini memiliki misi untuk memperkenalkan produknya terutama KJA HDPE kepada pelaku perikanan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Menurut Direktur PT Gani Arta Dwitunggal, Andi J. Sunadim, Pameran Indo Fisheries merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk-produkAquaTec. “Dalam pameran ini, kami merupakan satu-satunya produsen sarana prasarana kelautan perikanan dari Indonesia,” ungkap Andi.

Produk Andalan

Andi menuturkan, produk yang ditawarkan di pameran ini meliputi semua produk AquaTec seperti keramba jaring apungdermaga apung, rumah apung dan sarana transportasi anti tenggelam. Di samping itu, selain produk AquaTec ada pula net/jaring pertanian dengan Merk AgroPro yang turut menjadi produk andalan PT.Gani Arta Dwitunggal untuk kebutuhan green house maupun net house.

Andi berharap dalam pameran Indo Fisheries ini para investor baik dari dalam maupun luar negeri melihat bahwa produk PT. Gani Arta Dwitunggal sangatlah lengkap. “Kami ingin menjadi one stop shopping untuk berbagai kebutuhan kelautan dan perikanan, bahkan pertanian. Seandainya ada investor ingin berinvestasi dalam budidaya ikan, kami menyediakan berbagai macam keramba jaring apung. Seandainya ada yang ingin membangun pariwisata, kami menyediakan dermaga apung dan rumah apung. Bahkan untuk nelayan dan penggemar memancing kami menyediakan sarana transportasi anti tenggelam.” ujarnya.

Sebagai satu-satunya perusahaan nasional yang berani berinvestasi secara maksimal mulai dari riset, percobaan, dan produksi sarana prasarana kelautan perikanan berbahan dasar HDPE, AquaTec tidak henti-hentinya berinovasi. Selain itu,AquaTec siap menerima masukan dari semua orang. “Kami yakin inovasi bisa datang dari siapa saja. Itulah sebabnya kami selalu berkomunikasi dengan para ahli, prak­tisi, maupun pengunjung pameran pada umumnya. Dengan mendengarkan kebutuhan-kebutuhan mereka, kita bisa menciptakan produk yang rel­evan dan inovasi-inovasi baru.” Selain itu, AquaTec juga tidak pelit ilmu. Sebagai perusahaan yang telah sukses menjual 15.000 unit KJA,tentunya prestasi itu ditopang dengan keberhasilan para pelanggan dalam berbudidaya ikan. “Kami selalu membantu pelanggan KJA kami agar sukses berbudidaya, sehingga jika ada per­tanyaan mengenai teknik-teknik budidaya, akan selalu kami bantu.” tuturnya.

Untuk pemasarannya, produk AquaTec sudah dapat dipesan dan diantar ke seluruh Indonesia. Bahkan untuk pem­beli dari pemerintah, produk-produk AquaTec dapat dibeli di sistem ekatalog di https://e-katalog.lkpp.go.id di bagian alat dan mesin perikanan. Saat ini, kapasitas produksi KJA HDPE di pabriknya yang berlokasi di Bandung Barat tersebut mampu mencapai 10 ribu unit KJA/ tahun dan 1000 jukung anti tenggelam/tahun di luar produk lainnya seperti dermaga apung, apartemen ikan, dan rumpon apung. Sebagian besar produk-produk AquaTec telah memi­liki sertifikasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) dari Kementerian Perindustrian RI.

Seminar Budidaya

Dalam pameran Indo Fish­eries ini, AquaTec mengadakan seminar yang berlangsung pada hari ke 3 pameran (29/7) dengan tema “Bagaimana Memulai Bisnis Usaha Budidaya Ikan”. Dikatakan Andi pemilihan tema dalam seminar ini cukup men­dasar bagi pelaku industri yang ingin terjun di budidaya ikan. “Tujuannya untuk mendorong pelaku usaha baru untuk terjun ke bidang akuakultur,” jelasnya.

Dalam presentasinya Andi memaparkan bahwa potensi perikanan budidaya di Indone­sia sangat besar. Terdiri dari 17 ribu pulau, 95.000 km2 garis pantai, dan 30.000 km2 ZEE, Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar dari tiap-tiap pulaunya baik dari sisi perikanan budidaya. Jika dibandingkan dengan China yang hanya memiliki 30.000 km garis pantai dan 800.000 km2 ZEE, seharusnya Indonesia mampu menghasilkan ikan budidaya lebih banyak dari China. Namun kenyataannya, saat ini Indonesia baru menghasilkan ikan sebanyak 5 juta ton tiap tahun, sedangkan China mampu menghasilkan ikan sebanyak 39 juta ton tiap tahunnya.

Sambungnya, jika dilihat dari penelu­suran google search, yang mencari kata kunci ‘bisnis budidaya ikan’ relatif masih sedikit dibandingkan dengan kata kunci lainnya. “Hal ini menunjukkan bahwa tingkat persaingan bisnis budidaya ikan di Indonesia masih rendah. Oleh karenanya, saat ini merupakan saat yang tepat untuk masuk ke bidang usaha ini.” jelas Andi.

Dalam presentasinya, Andi menekankan pentingnya pemilihan lokasi, pemilihan KJA, dan penanganan penyakit dalam memulai bisnis budidaya ikan. Pemilihan lokasi perlu memperhatikan kualitas air dan ketersediaan infrastruktur untuk menjaga agar komoditas yang dipelihara tumbuh subur dan logistik pembelian maupun pemasaran mudah.

Pemilihan KJA haruslah menitikberat­kan pada kualitas, ramah lingkungan, dan ketahanan terhadap ombak. Contohnya untuk KJA AquaTec, karena terbuat dari bahan HDPE Prime Grade, maka memenuhi persyaratan ramah lingkungan dari Eropa sehingga hasil budidaya dalam KJA AquaTec terbukti dapat disertifikasi untuk diekspor ke Eropa. Selain itu, KJA Aquatec tahan ombak hingga ketinggian 2 m dan memiliki umur pakai di atas 20 tahun. “Penggunaan Prime Grade HDPE membuat KJA AquaTec memiliki ketahanan jauh lebih baik dari KJA lainnya, dan kami menggunakan alat apung dengan ketebalam 11mm,” ujar Andi. Terakhir, Andi mengingatkan pentingnya penanganan penyakit dalam usaha budidaya ikan skala industri.

Andi harap bahwa melalui pameran ini semakin banyak orang terjun dalam usaha budidaya ikan untuk turut serta menjadikan Indonesia sebagai pemasok ikan nomor 1 di dunia. Trobos Aqua / Adv