loader
ID EN

Indahnya Resto Apung Pulau Bungin, Surga Bagi Pencari Ketenangan


NTB - Penempatan Resto Apung yang terletak persis di tengah-tengah Teluk Pulau Bungin menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Posisi persisnya itu ada di jarak 500 meter sebelah selatan dermaga satu Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, NTB.


Suguhan bagi para pencari surga ketenangan bisa didapatkan di sini. Ombak yang tidak deras menerpa serta angin sepoi-sepoi tentu akan memanjakan anda jika berkunjung. Pengunjung pun dijamin mendapat pengalaman berbeda karena selain ada makanan laut, anda bisa menyelam di permukaan sekitar resto itu. 

"Selain makan hidangan khas laut, bisa menikmati apa lagi? Pengunjung tentu disuguhi pemandangan alam, juga bisa snorkeling di sini ada 7 titik. Terumbu karangnya kami jamin bagus. Karena sebelum menempatkan karamba ini di titik ini, kita adalah pelaku konservasi dari tahun 2007. Jadi tidak sembarang resto dan budidaya ikan ini kami tempatkan di sini," jelas Ketua Pengelola Marine Aquaculture Pulau Bungin, Tison Sahabudin (27), Rabu (24/8/2016).

"Mereka bisa melihat karang, melihat permukiman Pulau Bungin dengan berkeliling. Kemudian mereka bisa melihat biota laut yang kami tampung di sini. Di sini kita sediakan peralatan snorkeling, life jacket, cuma jumlahnya terbatas. Alat snorkeling 4 pasang, life jacket 6 dan tentu bayar terpisah seharga Rp 20 ribu sepuasnya," imbuh Tison.

Per harinya, resto apung ini dapat menampung hingga ratusan orang. Pada puncak liburan seperti hari Sabtu dan Minggu pernah menangani sejumlah 317 pengunjung dari pagi hingga pukul 21.00 WITA. Bahkan saking membludaknya pesanan, pelayanan diperpanjang hingga pukul 01.00 WITA.

Dengan rata-rata pengunjung dari hari Senin sampai Kamis sekitar 5-7 rombongan atau per harinya berjumlah 40-50 orang, bagi Tison dan kelompoknya sudah cukup membuat tambahan penghasilan selain melaut.

"Karena komoditas bahan yang kita jual itu resto tidak membeli di tempat lain. Dia membeli di tempat budidaya jadi lebih hemat pengeluaran. Oleh karenanya, rencana kedepan kami ingin resto ini menjadi pusat wisata bahari menjadi bank ikan segar dan orang kalau mau nyari ikan, kepiting, kerang, udang larinya bisa kesini," urai Tison.

Kendala ia hadapi bersama dengan teman-temannya adalah dalam hal kapasitas. Sebagai contohnya kata Tison, orang yang seharusnya bisa santai satu sampai dua jam setelah makan, mau tidak mau harus segera pulang. Karena kapasitas resto yang sangat terbatas sehingga menyebabkan antrean panjang.

"Untuk mengatasinya kita berlakukan sistem booking. Booking ini untuk memastikan orang tersebut mendapatkan tempat. Nah jadi booking ini kita tempatkan pada petak dan sesuai nomor antrian. Kalau ada 20 orang yang datang maka akan ada tumpang tindih. Maka informasi waktunya juga diperlukan," kata dia.

Hidangannya secara rinci adalah ikan dan makanan laut lainnya, berjumlah sekitar 14 jenis. Setelah ikan ada pula rajungan, kerang, juga lobster. Pada hari Minggu ada hidangan spesial dan pengunjung pun bisa memesan Tripang.

"Kami menjualnya tidak per-porsi tetapi per-kilo. Contohnya itu, ikan kerapu cantang mentah Rp 80-90 ribu kalau matang Rp 150 ribu. Kemudian Kerapu cantik karena agak mahal harga di ekspor bisa sampai Rp 300 ribu tetapi di sini dijual Rp 160 ribu," ujarnya.

"Kerapu bebek yang berharga yang paling tinggi dan di pasaran harganya bisa mencapai Rp 1.5 juta, kami jual Rp 300-350 ribu. Nah untuk rajungan mentah Rp 60 ribu dan matangnya Rp 80 ribu. Kerang-kerangan Rp 20-30 ribu," pungkas dia.